Featured Posts

Home Refinance LoanHome Refinance Loan Our homes are our biggest assets. A fruit borne out of many years of hard work, earnings and dreams! But, are you still paying the same higher interest rates on the home loan...

Readmore

An image in a post Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec...

Readmore

Cash-Out Refinance For many, their homes are just not dwellings that protect them against rain, sun, and wind. But they are piggy banks, which can be used to raise some urgent money, even if...

Readmore

Kamis, 15 November 2012

Ringkasan BANK SYARIAH



  1. Pengertian bank syariah
Bank syariah yaitu Bank bank yang beroperasi dengan prinsip syariah atau dengan istilah bqaitul mal atau baitul tamwil, yaitu aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain dalam penyimpanan dana atau pembiayaaan kegiatan usaha yang dinyatakan sesuai  dengan syariah. Pihak-pihak yang akan melakukan kegiatan usaha bank Syariah atau Unit  Usaha Syariah(UUS) wajib terlebih dahulu memperolah izin usaha sebagi Bank Syariah atau UUS dari Bank Indonesia.

  1. Struktur organisasi bank syariah
Struktur organisasi bank syariah terdiri dari :
a.       Pemilik ( pemegang saham )
b.      Dewan komisaris
c.       Direksi
d.      Direktur kepatuhan
e.       Komite-komite
f.       Dewan pengawas syariah
g.       Kantor Akuntan publik
h.      Corporate secretary

  1. Penyaluran dana dapat dilakukan untuk berbagai usaha atau kegiatan dengan dasar
  a)      Al mudharabah 
  b)      Al musyarakah 
  c)      Al murahabah 
  d)     Al ijarah dan al bai al ta’jiri 
  e)      Al qadr ui hasan

 

  1.  Perbedaan Bank Syariah Dengan Bank Konvensional
  • BANK SYARIAH
1)      Cara  memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan harus sesuai dengan ajaran Islam.
2)      Bank syariah menempatkan sikap baik nasabapeeh maupun pengelolaan pada posisi yang sangat penting dan menempatkan sikap akhlakul karimah sebagai ssikap dasar hubungan antara nasabah dan bank.
3)      Adanya kesamaan ikatan emosional yang kuat didasarkan prinsip keadilan, kesejahteraan dan ketentraman antara pemegang saham, pengelola bank, dan nasabah.
4)      Prinsip bagi hasil:
Ø  Penentuan besarnya risiko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung dan rugi.
Ø  Jumlah pembagian hasil meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan
Ø  Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil
Ø  Bagi hasil tergantung kepada keuntungan proyek yang dijalankan.

  • BANK KONVENSIONAL
1)       Kepentingan pemilik dana adalah memperoleh imbalan berupa simpanan yang tinggi, sedangkan kepentingan pemegang saham adalah diantaranya memperoleh  spread yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman.

2)      Tidak adanya katan emosional yang kuat antara pemegang saham, pengelola bank, dan nasabah.

3)      Sistem bunga :

v  Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus untung untuk pihak bank
v  Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang yang dipinjamkan
v  Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat ekonomi sedang baik
v  Ekstensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama
v  Pembayaran bunga tetap yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi 

sumber : 
DIONISIUS SIHOMBING & MUTIARA CHRISTINE DAMANIK

0 komentar:

Poskan Komentar